Sorry For Making You “Blue”

IMG_20170908_003946.jpg

haiii.. Hari ini Hideo berusia setahun. Semalaman Mbu gak bisa tidur. Mbu sibuk mengevaluasi diri, apa yang sudah Mbu lakukan untuk Dio. Apa yg harus diteruskan dan apa yang harus diperbaiki. Jadi seorang Ibu tiada henti hentinya belajar. Walaupun terkadang sepaham apapun kita akan kalah dengan implementasi yang buruk. Mbu sudah buktikan ini.

Kalau ingat kejadian ini, perasaan campur aduk, pengen nangis, marah, dan lain lain. Karena nggak seharusnya anak saya kena sakit ini dan diblue light. Jadi begini, tiga hari setelah melahirkan saya sudah diperbolehkan pulang. Setibanya dirumah, Dio kerjaan tidur terus. Seisi rumah pada seneng, karena beranggapan kalau Dio betah dirumah. Sementara saya? Saya mulai khawatir, kanapa tiba tiba jadi tidur terus. Kenapa tidak sering menangis lagi untuk minta susu. Tapi apalah daya saya, yang sedang kesakitan luar biasa. Pain killer tidak begitu berfungsi, sometimes membuat saya harus berjalan membungkuk saking menahan sakit nya. Ditambah tempat tidur yang tinggi dan anak saya tidak berada tepat disebelah saya. Jadi jika mau menyusui harus turun dari tempat tidur dan berjalan sedikit untuk mengambil bayi di box bayi. Dan itu nyerinya luar biasa.

Oh iya, FYI setelah saya melahirkan saya tinggal di rumah mertua. Mertua saya sebenarnya baik, selalu bangun malam mengurus bayi saya, selalu menyediakan makanan untuk saya yang kelaparan, nggak memperbolehkan saya angkat berat pasca operasi, dan lain lain. Tapi saya mempunyai sifat yang dianggap buruk jika orang tidak paham dengan yang namanya INTROVERT dan sifat sungkanan plus nggak bisa bilang nggak alias ga enak buat nolak dan terus terang. Dan ini sangat menyiksa.

Gimana tidak, dua minggu pertama bayi begadang, sudah malam saya bisa tidur cuma sebentar, siang sampe jam 9 pagi -10 malam saya jarang sekali tidur, cuma karena sungkan, padahal Ibu mertua sering sekali menyuruh saya tidur. Saya cuma bisa tidur siang kalau suami saya ada dirumah. Dan dia juga harus ada di dalam kamar itu. Bukti sungkan nyiksa diri. Haha. Saya yang seumur2 jarang sekali tidur berdua dengan Ibu saya, harus tidur sekamar berdua dengan mertua pasca melahirkan. Mau merem susah banget, sampe harus main hp biar mata pedih, tiba anak rewel saya jelas sudah dalam keadaan kurang fit. Kalau bisa tidur di depan mertua, itu berarti saya sudah dalam keadaan sangat sangat lelah. Kernah suatu saat saya nggak tidur semalaman, karena dio geser ngambil alih tempat tidur saya. Apa yang saya lakukan? Duduk demprok dilantai jagain anak saya. Saking kasihannya lihat saya keesokan harinya Ibu mertua pindah ke kamar lain, tetap sambil memantau saya apakah perlu bantuan dan melihat kondisi cucunya. Dan tau nggak bahkan ketika bayi saya menangis, saya stres, stresnya bukan karena duh kenapa ya bayi saya? Tapi lebih ke takut mengganggu orang lain. Jadi ketika Dio tidur terus saya biarkan saja, karena nggak enak kalau harus menyuruh orang lain mengambil bayi saya dibox kasih ke saya lalu saya susui. Bodohkan saya? Cuma karena nggak enak kalau anak bangun nangis ganggu orang lain dan harus merepotkan orang lain. Kenapa nggak ditidurkan disebelah kamu aja? Lagi dan lagi saya sungkan untuk bilangnya. Jadi dio saya susuin kalau menangis, itupun terkadang masih menangis dikasih asi lagi lewat sendok dan berhenti jika mertua sudah menggagap banyak asi yang diminum atau ketika Dio sudah bersendawa. Ibu mertua takut kalau cucunya muntah. Tapi berdasarkan pengalaman saya lihat adik saya, perdua jam sekali Ibu saya nganterin cucu nya untuk disusui atau sedimintanya anak. Sering gumoh tidak apa apa. Tapi lagi dan lagi saya takut merepotkan Ibu mertua untuk nyendokin asi yang lebih banyak, dan sungkan untuk bilangnya. Stupid Me!

Sampai tiba saatnya, dua hari di rumah, saya melihat hidung anak saya kuning. Pertama kali saya bilang ke suami, “dio kuning” suami beranggapan tidak. Setiap menyusui lihat dio kuning, perasaan campur aduk, apa aku yang salah lihat, sedih (cuma saya bukan tipe orang yang suka memperlihatkan kalau lagi sedih dan marah didepan orang lain). Padahal didalam hati sudah nggak karuan. Karena takut bertambah parah (oh iya, saya familiar banget dengan yg namanya bilirubin, karena satu setengah tahun saya merawat Almarhum Ayah berkutat dengan penyakit bilirubin nya yang tinggi), akhirnya saya beranikan diri untuk bilang ke mertua, saya bilang kalau Dio kuning. Tapi samahalnya dengan suami, respon mertua “ora ah, dio ireng abang”. Hancur!! Noone percaya kalau anak saya kuning. Sampai rasanya pengen lari, bawa dio ke RS cek bilirubin. Tapi saya takut dan sungkan, kalo inget ini sangat sangat menyesal, kenapa gak bawa aja dio ke dokter, insting seorang Ibu gak akan pernah salah.

Sampai suatu ketika, Dio rewel banget. Disatu sisi saya sedih, disisi lain saya senang, karena punya alasan untuk meminta dio berobat kedokter. Saya dan Ibu Mertua begadang semalaman, dio menangis semalaman sambil perutnya terus terusan bunyi. Tiba saatnya sore hari, saya dan Ibu mertua ke RS. Di dalam mobil saya bilang kesuami, Dio kuning, kemungkinan besar dirawat.

Nggak lama sampai di RS, nama Anak saya dipanggil. Ibu mertua ceritain soal anak saya yang rewel plus perutnya bunyi bunyi. Sementara saya, langsung sampaikan bahwa anak saya kuning. Dengan sigap dokter rina periksa, mulai dr mata, perut sampai ke kaki. Gak lama beliau duduk, dan bilang “insting ibunya bagus sekali, kuning ananda hideo sudah sampai ke paha, ini saya kasih rujukan cek bilirubin”, nggak lama dokter rina tanya ke suster, “paling cepat berapa lama cek bilirubin?”.. Saya lupa suster bilang apa, dan dengan baik hatinya dokter Rina bilang, okey saya tunggu. Padahal Dio adalah pasien terakhirnya. Kalau tidak salah 45 menit. Terimakasih banyak untuk kesediaan waktunya ya Dok. Setelah menunggu, nama anak saya dipanggil. Dokter Rina bilang bilirubin Hideo sangat tinggi 20,66. Ananda Hideo harus segera di blue light selama dua hari, selanjutnya dievaluasi lagi.

Sampai akhirnya saya harus meninggalkan anak saya di RS seorang diri bersama suster. Saya tidak diperbolehkan nginap ditempat anak saya dirawat, karena harus steril. Tapi saya dan suami punya hak 24 jam untuk melihat anak saya dan menyetorkan ASIP. Saya menangis? Yang orang lain lihat tidak, tapi saya benar benar sedih dan marah. Karena nggak seharusnya anak saya di bluelight. Keesokan harinya saya balik ke RS untuk mengantarkan ASIP. Semua suster bingung, “ini hasil ASIP ibu? Produksi asi ibu melimpah kenapa anak ibu bisa kuning?” Pengen jawab karena saya guoblokkkk!! Tapi gak terucap. setelah setor ASIP saya disuruh menyusui bayi saya langsung. Trus karena nggak kuat, ak milih turun kebawah untuk makan yang banyak biar ASI saya tetap melimpah. Di kantin sepi, telpon suami. Saya nangis dan marah marahin dia, yang intinya kalau dia mau dengar saya nggak akan kejadian gini. Mungkin saking sebelnya saya telponin mulu sambil nangis dan marah marah. Suami bilang “ya sudahlah, semua dah terjadi, sekarang yang kamu pikirkan gimana ASI mu bisa melimpah terus, karena itu yang dibutuhkan anakmu.”

Setelah itu saya mulai waras, berfikiran kalau saya nangis dan stres ntar produksi asi saya menurun. Anak saya jadi gak optimal penyembuhannya. Mulai detik itu, kerjaan saya makan yang banyak, nonton instagram bayi bayi lucu biar ketawa. Sampai malam hari tiba saatnya saya dijemput kemudian balik lagi di RS keesokan paginya.

Setelah dua hari dicek, bilirubin anak saya masih tinggi sekitar 13. Seharusnya sore itu bisa pulang karena hasilnya masih so so, besok pagi baru bisa pulang. Saya yang biasanya berjuang sendiri pada hari itu tiba-tiba suami datang, senang sekali rasanya. Dimana Ibu Saya? Awalnya nggak saya kasih tau kalau cucunya dirawat. Tapi suami memaksa untuk bilang, memohon doa Ibu untuk kesembuhan Dio. Benar saja, Ibu menangis cucunya di rawat, tentu saya disalahkan kenapa gak disusuin dua jam sekali, kalau gumoh gak apa apa, dan lain-lain. Saya cuma terdiam, terlalu nyesek untuk diceritakan saat itu. Bahkan pada saat itu merasa kalau sampai terjadi sesuatu yang disebabkan karena bilirubin anak saya yang sangat tinggi. Saya nggak bisa maafin kebodohan diri saya sendiri ini.

Sekarang, saya sudah kuat untuk menceritakan karena melihat tumbuh kembang bayi saya yang begitu luar biasa. Alhamdulillah ya Rabb.. Next post, tentang Milestone Hideo.. Semoga gak kepancing buat cerita sedih sedih lagi.. Yuppie..

Pesan moralnya :

  1. Jadilah dirimu sendiri, karena jika kamu seorang introvert berpura-pura menjadi ekstrovert itu sama aja dengan kamu menyiksa dirimu sendiri.
  2. Beranilah untuk bersikap. Karena sifat sungkanan, nggak bisa bilang tidak & tidak bisa menolak itu nggak baik. Nyusahin diri sendiri.
  3. Insting seorang Ibu itu sangat baik, jika kalian merasa ada sesuatu yang nggak “benar” segera bertindak.
  4. Menyesali perbuatan yang sudah terjadi itu nggak ada gunanya. Segeralah bangkit, agar tidak terus-terusan berada di dalam keterpurukan.
  5. Buat Ibu-Ibu yang sedang berjuang dengan anak yang bilirubinnya cukup tinggi tetap semangat. Hideo aja yang Bilirubinnya diatas 20 bisa sembuh, apalagi kalian.
  6. Jangan stres dan sedih kalau ingin ASI banyak. Ibu menyusui harus selalu happy plus jangan lupa untuk selalu mengosongkan payudara, karena prinsip ASI adalah supply by demand. 😊

cukup sekian dari saya, ibunda hideo. Semoga bisa menjadi pelajaran buat semuanya. 😇😇😘

Advertisements

Setiap yang Dipisahkan Akan Dipertemukan

​2015, itu tahun yang sangat sangat menguras perasaanku. Ditahun ini aku “dipisahkan” oleh Ayahanda tersayang, ditahun itu pula aku dipersatukan dengan  Suami tersayang.

Jujur, pada saat itu tidak pernah terfikirkan olehku kalau “tidak ada kesedihan yang abadi”, padahal kalau mau saja aku berfikir positif, kalau saja aku mau bersyukur, rasa sedihku tidak begitu teramat dalam. Beliau ambil panutan hidupku, Beliau ganti dengan Imam baru dalam keluarga kecilku. 

Tahun itu rasa kecewa dan sedih melenyapkan logikaku. Bagaimana tidak, terkadang ketika merawat Ayah, ku sempatkan untuk merenung sembari mengucap doa dengan penuh harap untuk kesembuhan Ayahanda tersayang. Disepanjang waktu dan dimanapun aku berada. Pernah sesekali aku berada pada titik dimana Aku sangat sangat iri melihat orang lain tertawa, aneh? Iya. Aku pada saat itu merasa Tuhan nggak adil, kenapa harus Ayahku? Kenapa harus aku? Dalam hati terbesit kalimat “kalian liatlah suatu saat kalian bakal ngerasain apa yg aku rasain”. Kalimat yang seharusnya tidak boleh aku fikirkan dan aku ucapkan. Karena pada saat itu aku belum merasakan bahwa tidak ada kesedihan yang abadi dan pada hakekatnya sedih dan bahagia semua akan datang silih berganti. Sama halnya dengan disetiap perpisahan selalu ada pertemuan.

Pada tahun 2016, logika itu mulai kembali.. Rasa kehilangan itu hampir tergantikan dengan akan hadirnya Anakku tersayang. Tepat pada tanggal 07.09.2016, Tuhan mengganti kembali rasa sedih kehilanganku dengan kedatangan Anak lelakiku.. Apa rasa kehilangan itu sudah sepenuhnya tergantikan? Tentu tidak, tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan Ayahanda tersayang, tapi di tahun 2016 ini aku belajar banyak hal.
Jika semua rasa sedih dan kecewaku berhasil aku lalui dengan ikhlas sabar dan husnudzon dengan Sang Pencipta. Aku yakin, beliau akan menggantikannya dengan kebahagian kebahagian yang bahkan mungkin tak terfikirkan olehku sebelumnya.. dan itu TERBUKTI

Tuhan, terimakasih karena aku mempunyai Ayah yang teramat sangat baik hatinya, Ayah yang dermawan, Ayah yang sangat sayang denganku, Ayah yang sangat bertanggung jawab, Ayah yang jarang sekali mengeluh, Ayah yang kuat, Ayah yang disiplin dan pintar, Ayah yang menjadi panutan untuk-Ku.

Tuhan, terimkasih karena Engkau pertemukan aku dengan Dia yang InsyaAllah menjadi jodoh dunia akhiratku. Suami yang menjadi imam yang baik untukku, Suami yang mau menerima segala kekuranganku dan terus berusaha membuatku menjadi lebih baik, Suami yang bisa membuatku selalu tertawa bahagia, Suami yang tidak pernah membiarkanku bersedih, Suami yang begitu menyayangiku..

Tuhan, terimakasih Engkau percayakan kepadaku Anak lelaki lucu, yang kelak akan menjadi pelindungku, yang senantiasa mendoakanku, yang menjadi manfaat dan berkah untuk orang banyak, yang menjadi penyejuk dalam rumah tanggaku, yang menjadi kebangga-an untuk semuanya, yang menjadi imam yang baik dengan siapapun dan dimanapun dia kelak.. Aamiin..

Semoga aku bisa menjadi Anak, Istri dan Ibu yang baik.. Tuhan terimakasih Engkau telah menyempurnakan hidupku.

Papi, Ayah, Dio.. 

 Aku sayang kalian semua.. Selalu terus jadi yang terbaik untukku ya, begitu juga aku selalu berusaha demikian..

Teringat Semua tentang Ayah

Cerita ini bermula dari dokter kandungan menyuruhku memeriksakan mata sebelum melahirkan dan meminta hasilnya untuk dibawa pada kontrol selanjutnya. Yak, dengan semangat kemerdekaan, pagi-pagi banget aku pergi ke Klinik Ramadhan sebagai Faskes I BPJS ku. Pada saat itu yang terfikirkan hanya aku mau minta rujukan ke RS Mata Dr. YAP. Faktanya, Dokter Faskes I tidak dapat memberikan rujukan langsung ke YAP, dan Beliau menyebutkan beberapa alternatif Rumah Sakit lain, salah satunya Bethesda. Rumah Sakit ini, termasuk salah satu yang nggak pernah mau aku datangi setelah Ayah meninggal, dengan alasan terlalu banyak kenangan bersama Almarhum Ayah. Tapi ntah kenapa pada hari itu, aku spontan memilih Bethesda, tanpa memikirkan aku kuat atau tidak disana.

Setelah mendapat surat rujukan, selanjutnya aku menuju Bethesda. Benar saja, di dalam taksi sepanjang perjalanan aku hanya nangis dan nangis. Nggak perduli dengan apa yang dilihat dan difikirkan Supir taksi pada saat itu (padahal sesedih apapun , Aku tipe orang yang nggak mau orang lain tau, selalu berusaha ceria). Sesampainya di RS Aku berusaha menyibukkan diri, tapi tetap aja mata tertuju pada Jasmine Cafe. Setiap mau nangis, aku pergi beli sesuatu, mencoba untuk tidak mengenang semua yang pernah terjadi.

Skip, tiba saatnya nomor antrianku dipanggil, dan ternyata karena satu lain hal, aku harus kembali lagi hari Kamis, 18 Agustus 2016 untuk ke Poli Mata. Apa 18 Agustus? Itukan tanggal ulang tahun Ayahku. Ketika di dalam taksi cuma berfikir, kenapa mesti tanggal segitu sih Aku balik ke Bethesda, I caaaaannnttt..!!!! Semalaman mood swing, sampai akhirnya tenang setelah kepikiran “mungkin Papi pengen dihari ulang tahunnya, aku ada di RS itu untuk mengenangnya”..

Well, tiba saatnya hari Kamis, 18 Agustus 2016. Jam 8 pagi aku sudah di RS, setibanya disana langsung mengambil nomor antrian. Selanjutnya? Saatnya ki ngadate, Pi..

1. Jasmine Cafe

P_20160818_080100
Jasmine Cafe

Disini.. Persis ditempat ini kita berdua sarapan, saat ini Cheshe pesan menu yang sama dengan yang Papi pesan. Bedanya? Kursi itu kosong, nggak ada lagi Papi disitu. Masih teringat dengan jelas, ditempat ini Papi pernah nangis, Cheshe tanya kenapa, Papi Cuma bilang kalau Papi sayang sama cheshe. Oh, Dad.. I love you too, I do love you dan Papi tau itu kan. Teringat dialog “makan Nak, makan apa aja yang mau Cheshe makan, makan apa aja yang Cheshe suka”.. Begitulah Ayahku, walaupun sakit selalu berusaha menyenangkan orang disekitarnya, selalu memikirkan orang lain. the best place di RS ini, karena selebihnya hanya tangisan dan berpura-pura semuanya baik-baik saja. Sampai akhirnya aku putuskan untuk keluar dari jasmine, saatnya keliling RS.

2. Laboratoriu Rawat Jalan 

Tempat terdekat dari cafe adalah laboratorium ini, Cheshe tau Papi paling sebel kalau dibawa ketempat ini. Karena harus diambil darah yang nggak sedikit. Ketika di depan lab, Cheshe cuma berdoa, semoga sakit yang Papi rasakan saat itu jadi penggugur dosa untuk Papi.. Aamiin..

3. Poli Penyakit Dalam

Setelah itu ke poli ini, teringat pertama kali bawain hasil cek lab darah dan MRI Papi. Sebelum masuk ruang periksa Papi timbang berat badan dan cek tensi darah disitu. Papi biasanya duduk di deretan Bapak berbaju biru itu. Bahkan Cheshe masih ingat pertama kali bawa hasil lab Papi memakai baju kaos berkerah warna putih, yang sering Cheshe pakai juga pada saat Cheshe hamil.

P_20160818_082416

4. Poli Bedah

Selanjutnya kesini, teringat mulai dari proses sebelum operasi sampai pengecekan jahitan bekas operasi, inget ngedorong Papi pakai kursi roda, ngurus segala macam administrasi Papi sebelum operasi.

P_20160818_082851

Selanjutnya berniat ke ruang operasi, tapi pintu menuju kesana dijaga Satpam dan bisa lewat hanya pada saat jam besuk. Akhirnya memilih duduk untuk membayangkannya saja.

5. Ruang Operasi

Teringat mulai dari tanda tangan tindakan medis, anastesi dan lain-lain, nunggu giliran Papi dioperasi, sampai akhirnya Papi masuk ruang operasi, Cheshe cuma bisa baca Al-Qur’an supaya tenang dan operasi Papi lancar, Mami sholat di Musholla. Sampai akhirnya dua suster yang bawa Papi ke ruang operasi datang lagi, itu tandanya operasi Papi selesai. Begitu leganya Cheshe saat itu.

6. Ruang Pasca Operasi

Selanjutnya Papi dipindahkan disini, aku lupa nama ruangannya, kalau belum lahiran InyaAllah Rabu depan balik kesana lagi, ntar aku fotoin dan cari tau nama ruangannya, yang jelas keluarga cuma bisa lihat pasien di jam tertentu dari kaca, dan keluarga pasien disediakan kamar satu dan ada telponnya (setiap telpon berbunyi itu tandanya pasien dalam keadaan keritis atau bahkan meninggal, jadi selama diruang tunggu keluarga, aku hampir tidak bisa tidur, karena ketakutan kalau sampai suster didalam nelpon dan mengabarkan sesuatu). Teringat setiap hari tidur dilantai, karena kasur biar untuk Mami dan yang lain saja. Teringat, setiap jam kunjung tiba dengan semangatnya Kami deketin Papi dari luar kaca sambil tersenyum, seolah-olah memberikan tanda all is well, Dad.. Papi juga sesekali melambaikan tangan menyapa sambil memberikan kode OK dengan ibu jari. padahal selang dimana-mana. Teringat, sambil muter sembunyi-sembunyi, Cheshe dibelakang kepala Papi baca doa, Al-qur’an, Yasin, Alfatihah, surah Akasyah, dan lain-lainya untuk kesembuhan Paapi sampai jam kunjung habis.

7. Ruang Rawat Inap

Senang banget rasanya Papi bisa melewati masa-masa kritis, dan akhirnya dipindahkan ke ruang VIP Cattleya Bethesda. Nggak seharipun Cheshe pulang kerumah ninggalin Papi, selama Papi dirawat selama itu pula Cheshe nginap disitu. Nggak mau digantiin dengan siapapun. Teringat, nyuapin Papi makan almost everyday. Pagi kita berdua nonton kartun Masha and The Bear dan berita. Cheshe kangen masa-masa itu, Pi.

7. Ruang Konsultasi Dokter

Ini ruangan yang selalu sukses bikin aku nangis dan lemas. Karena aku sudah janjian bilang kedokter, soal hasil periksa Bapak yang jelek-jelek jangan disampaikan diruang rawat inap. Akhirnya setiap dokter keluar ruangan aku masuk ruang konsultasi sendirian untuk menanyakan hasilnya dan segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

8. Ruang Khusus Cherish

setelah keruang konsultai biasanya aku kesini. Aku nggak mau masuk kamar rawat inap dalam keadaan sedih ataupun nangis. pada saat itu aku juga nggak mau cerita ke Ibu, karena aku nggak mau ibu stres atau sedih. jadinya aku mojok duduk sendirian nangis sambil menenangkan diri.  mau cerita ke pasangan tapi si  Bagus lagi Latsar, HP disita jadi nggak bisa dihubungin. akirnya cuma bisa menamdam sendirian curhat ke sang Pencipta aja dalam setiap sholat dan doa. Kalau sudah tenang dan mata udah nggak begitu bengkak lagi baru deh masuk kamar, senyum-senyum sambil pura-pura habis beli makan.

 

Semuanya kehendak tuhan, ini yang terbaik untuk Papi dan mungkin untuk kita semua. Cheshe yakin Papi sudah bahagia disana. Sampai ketemu dikehidupan selanjutnya yang lebih kekal, Pi. Tunggu Kami disana..

Cuma Al-Fatihah dan doa terbaik yang bisa Cheshe berikan sekarang untuk Papi. Cheshe selalu menganggap Papi ada di dalam darah dan DNA cheshe. Terimakasih Pi, atas apa yang sudah Papi berikan selama ini. Terimaksih juga terkadang hadir dalam mimpi dikala Cheshe rindu, Terimaksih juga terkadang hadir di  mimpi hanya untuk bilang kalau Papi selalu jagain Cheshe dari sana. Terimakasih Pi..

arfan hassan n(1) (1)

Cheshe sayang Papi..

 

Pengganti Surprise untuk Kesayangan

Hari ini, 06 Agustus 2016, tidak terasa sudah hampir enam tahun aku menjadi bagian dalam ulang tahun kamu. Empat tahun lalu kita selalu ngerayaan ulang tahun bersama, beda halnya dengan dua tahun belakangan ini. Tahun 2015, aku harus balik ke jogja sehari sebelum kamu ulang tahun, untuk mengurus wisudamu. Begitupun tahun 2016, aku harus balik jogja for taking care of your son  (si Baby Peanut) dan kamu pun disibukkan dengan urusan pekerjaanmu. Tak mengapa, asal alasan untuk tidak bersama demi masa depan kita berdua.

Sekali lagi selamat ulang tahun, Sayang.

 

kue ultah

Semoga selalu menjadi suami terbaikku. Terimakasih atas pengertiannya dan tidak pernah memaksakan aku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Setiap hari harus direpotkan dengan beli makan diluar dan antar ambil laundry, pulang kerja harus cuci piring, weekend seharusnya istirahat malah nyuci dan beberes rumah. Terimakasih atas pengertiannya untuk tidak mengusik jam tidurku, yang mungkin nggak lazim untuk seorang perempuan apalagi istri, bagaimana tidak,  suami kerja aku masih tidur yang semestinya membuat sarapan dan menyiapkan pakaian seragam kerja Suami. Terimaksih atas kesabarannya atas sikapku selama hamil dibulan pertama sampai keempat begitu sangat membenci kamu. Thanks for not complaining what i have done. Sebenarnya aku nggak senang dengan “kelemahanku” ini, karena semua yang kamu kerjakan itu adalah salah satu sumber ladang pahala untuk aku. Semoga setelah ini aku bisa ngelakuin apa yang seharusnya aku lakukan lagi buat kamu yah.

Semoga kamu senantiasa diberikan kesehatan ya Suamiku. Khusus ditahun ini,doa ini yang paling sering aku panjatkan untuk kamu. I wanna grow old with you (jadi teringat lagu “Temani Masa Tua” yang pernah kamu nyanyiin, dulu kalau dengar lagu ini selalu nangis haha). So, jaga kesehatan, pola makan, tidur cukup dan jangan terlalu stres ya.

Semoga tetap menjadi Suamiku yang ucul eh lucu. Nggak pernah kebayang kalau aku menikah dengan orang yang terlalu serius. Sepertinya kehidupan di dalam rumah sangat membosankan. Sometimes, we laugh for no reason. Sampe dimarahin Mama karena takut dikira ngetawain orang. Kadang sebel, udah niat banget pengen marah, pas ketemu malah ketawa-ketawa. Sampai pernah mikir, sebenarnya kita ini kenapa sih.  Ah, apapun itu, I do love you..

Sayang, cepat pulang jogja ya. Kita makan-makan. Semoga tahun depan bisa ngerayain ulang tahun bertiga ya. We love you

Hah pegel juga yah nulis serius-serius. Oh ya para blogerwan/wati, Suamiku ini dari tahun lalu selalu minta dibeliin kado “PIANO” in english we can call PAYENO, haks. Padahal dia nggak bisa lho main piano, hmm.. Ada-ada aja, kalau nggak aneh bukan Bagus Kurniawan namanya. Nanti aja ya Sayang kita beli pianonya, sementara kamu mainan gitar andalanmu aja dulu. Ulang tahun kali ini, aku hadiahi kamu Anak. Hadiah terbaik yang tidak ternilai harganya. Nah kalo anak kita udah besar, kita masukin les piano, baru deh beli piano. Nah kurang lebih diusia mu 35 tahun lah kira-kira baru kesampaian main piano. Haha.. Nggak terlalu tua kok, hunny bunny cwittyyy.. Okey?

Sebelum bertambah alay, aku sudahi saja tulisan kali ini. By the way, ini blog pertamaku di tahun 2016, semoga next lebih produktif lagi, dan gak seserius ini. Daaaaaa…

 

 

 

Soblak Si Dispenser Ajaib

image

sumber gambar

Sebut saja dia Soblak.. Nama dan bentuk sengaja saya samarkan, bukan untuk menghindari pencemaran nama baik tapi saya MALU untuk mempublishnya.

Kisah bermula ketika si Bagus anak karang bendo yang simbahnya orang karang talun, selanjutnya saya simpulkan bahwa dia itu adalah anak karang2an, ngerasa bahwa untuk menunjang ketampanannya dia membutuhkan dispenser sesegera mungkin. Sebelum dia beli aku udah nasihati dulu panjang lebar, kalau beli dispenser itu sebaiknya yang bagus sekalian. Misalnya kalau dimasukin galon acuak keluarnya air zamzam. Atau kalau dimasukin galon xyz keluarnya minyak zaitun. Ya gitu-lah kira-kira, tapi Bagus tidak mengindahkan nasihatku. Keesok-an harinya aku dapat kabar kalau dia sudah beli dispenser dengan merk dan harga yang sangat mencengangkan, membuat hidungku terbelalak. Yup, si Bagus beli dispenser merk Soblak dengan harga yang tidak lebih dari lima digit. Hmmmm dan dengan bangga nya dia bilang dispenser soblak itu investasi untuk berumah tangga kelak. Doaku cuma satu “semoga saatnya tiba kita berumah tangga, tu dispenser masih bisa mengeluarkan air mineral bukan air mata”… Hakhikhakhik jadi sedih….

Dan yang gak kalah pentingnya adalah aku diberikan kehormatan yang sangat besar untuk mencoba si soblak. Sekitar pukul 20.00 si Bagus mulai mencet tombol untuk memanaskan air, ngobrol-ngobrol jam 20.15 air belum juga panas-panas. Luarrrrrr binasaaaaa sekali, kata si empunya dispenser sih, kalau tombol untuk memanaskan dipencet sekarang tiga jam kemudian baru panas. Woooowwwwwww amaziiiiiiiing, bhahahahhahahaaaha pengen daftarin soblak ke world record, kali aja masuk nominasi apa gitu.

Jadi sarannya si Bagus nih, kalau mau bikinin dia teh sebelum kerja, jam 3 pagi aku harus bangun nyalain dispenser, biar jam 6 pagi tu air dah panas. Nyusahke tenan kw blak blak.. Kamu itu dispenser atau perasaan wanita yang sudah dibohongin pasangan, butuh waktu lama untuk percaya kembali.  Pasti kalian bertanya-tanya kan? Kenapa gak dipanjer aja tombol panasnya?

Nah ini letak keajaiban soblak lainnya, berhubung harga nya yang murah meriah muntah, dikhawatirkan kalau dipanjer usianya nggak akan bertahan lama, syukur-syukur kalau bisa bertahan setahun dua tahun, kalau sempet airnya bau kabel kebakar gimana? Kan gaswaatttt… Akhirnya dengan menghela nafas yang cukup dalam atas keajaiban soblak, aku ucapkan semoga engkau tidak cepat turun mesin ya blak.. Kalau dah nggak kuat manasin air bilang, Bagus emang gitu orangnya suka maksain sesuatu yang kita rasa kita tak mampu #ujungujungecurhat

Demikianlah cerita tentang soblak, lupa nanya ada pendinginnya nggak. Semoga nggak ada, malah kasihan aku blak, neg delok kw bar ngumupke kon ngademke. Wedi aku neg kw njebluk..

To Bagus : salam sayang nggo soblak.. Sering2 ditilik-i yo.. Dijak ngobrol takon kuat ra, neg gek selo. Neg dipekso suwe-suwe malah ngeluarke racun ngko. Hahahhaha

Btw, ini postingan pertama tahun 2015. Niatnya mau nulis ala-ala mario teguh.  Tapi apa daya pikiran hanya sebatas mario bross. I love you, mario balotelli.. 😍

TAK SEHARUSNYA

Broken_heart_love_19

Sumber Gambar

Dear Memory ..

Masih jelas dalam ingatanku, tepat ditanggal 29 november 2014 jam tiga sore, aku melihat engkau sedang bersama wanita lain. Hari itu seharusnya menjadi hari spesial untuk kita berdua, karena hampir sebulan lamanya kita tidak dapat berkomunikasi. Hujan yang turun saat itu, seakan mengamini apa yang aku rasakan.

Kurang dari empat jengkal jarak antara kita berdua. Tapi apa yang aku lihat membuatku ingin pergi jauh darimu. Bahkan, aku pun tak pernah melakukan apa yang dilakukan oleh wanita itu terhadapmu. Ku lihat kau begitu menikmati setiap detik kebersamaan kalian, ku lihat kau begitu nyaman dengan setiap sentuhan lembut jari jemari tangannya. Seandainya aku boleh memohon, aku pinta untuk tidak pernah mengenalmu. Yang aku tahu, kamu tau rasanya harus berbagi cinta, sayang dan perhatian. Tetapi kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku. Kurang apa aku sama kamu,, kurang apaaaaa?!!

Aku tau aku kurang langsing di banding dia. Tapi apa kamu tau, kalau yang berlemak itu lebih ekonomis? Kamu nggak perlu beli kasur kalau mau tidur, cukup letakkan aku dilantai trus kamu jadi-in alas untuk tidur kamu. Aku tau aku kurang putih dari dia, tapi apa kamu tau berapa lama dia berendam dicairan pemutih pakaian? Nggak taukan kamu! Walaupun aku nggak putih tapi aku hitam, encamkan itu baik-baik. Aku tau aku lebih jelek dari dia, itu menurutku dan menurutmu. Tapi coba kamu tanya dengan mama-ku, pasti beliau bilang kalau aku adalah anak perempuannya yang paling cantik sejagad raya ini, baik dalam dunia nyata maupun dunia ghoib. Apalagi? Apalagi? Aku kurang tinggi? Emank! Kalau aku tinggi mungkin sekarang aku dah jadi galah bukan jadi pacar kamu. Sebentar, kalau dipikir-pikir pantas aja kamu senang, la sana lebih segalanya e.

Mungkin aku satu-satunya wanita di dunia ini yang diam saja saat melihat orang yang aku sayangi dielus-elus oleh wanita lain. Mungkin aku satu-satunya wanita yang tidak murka melihat pasangannya merelakan dirinya untuk di belai lembut dengan wanita lain. Mungkin aku satunya-satunya wanita yang tidak menangis ketika mendengar dia sangat perhatian akan kesahatan kamu. Ya aku, aku yang dengan tulus mencintaimu. Aku yang tak pernah sedetikpun untuk tidak memikirkan mu (kecuali kalau lagi tidur, mandi dan makan).

“Cherish, siapa sih Hello Kity perusak hubungan mu itu?” kalian mau tau? Dia itu adalah Dokter Kulit. “Yaelah ma dokter kulit aja jelly” La reti ono aku, bola bali dielus-elus pipi si baos, mana baose meneng wae neh, keenakan ketoke, menang banyak dia. “wajar keleus dokter ngeliat kondisi wajah pasien” iya juga sih. Jane ki, kor pgn ngapdet blog, tapi rareti meh nulis opo, jadi tak gawe sing rodo mendramatisir. Ben do terpukau ngono lho. Etok2e, baos slengki. “diselingkuhi tenanan lak nggerus” yo ojo, wes ah kw nyebai suwe-suwe! Wes yo, aku ndak dikira edan, ngomong dewe jawab dewe. Dadaaaaaaahhhhhhh…

*untuk kamu yang aku sayang, jangan malu ya, walaupun kulit kamu warnanya jadi mirip bumbu rendang, yang penting kamu rancak banaaa #uopomeneh*

Ujung-ujungnya Diet

kucing

Sumber

Rasanya belum hilang capek badan ini sepulang dari Jakarta, bak disambar petir di siang kerontang tiba-tiba dengan sangat menggebu-gebu Mami Ratu nyamperin anaknya yang sedang telentang tengkurep dikamar. Kurang lebih begini percakapannya :

“Ches, chesss… Bagus ada dimana sekarang? Dimana dia sekarang hah?”, dengan mimik muka seperti orang habis kena tipu rayuan gombal lelaki hidung blang blang blang..

“Ya di Jakarta lah dia Mi, kenapa rupanya?”

“Mami tadi liat cowok dari belakang ma dari samping miriiiiiiiiiiiip banget Bagus, kepalanya, perawakannya, trus Mami liat kakinya juga gede kayak kaki Bagus.”

*dalam hati pengen ketawa, sampe kaki si Bagus diperhatikan ma mak aye, seandainya Mami Ratu tau ada apa dikakinya, hahhahhaha skip*

“Liat dimana Mi?” masih dengan nada santai, soalnya kemungkinan ada 6 ribu orang yang mirip ma Bagus, pasaran dong mukanya dia? Yeeee aku nggak bilang gitu ya, biarpun banyak yang mirip ma dia tapi nggak ada yang sebaik dia. *yess berhasil gombal, neg baca post iki jo lali aku di traktir steak

“Di Bus, dari wonosari ke jogja, tapiiiii tapi disebelah Bagus ada cewek, lebih kurus dari Cheshe, putih juga, dari mukanya sih kayaknya orang sumatra juga”. Suara Mami Ratu mulai pelan, mungkin takut anak gadisnya yang palin nggemesin ini shockkk and nangis..

*(((JENG JENGGG))) zoom in zoom out, hidung ku mulai kembang kempis, kayaknya aku tau siapa wanita ini, hahhahhahha*

“trus.. truss??”, ucapku karena penasaran..

“trus pas dah sampe giwangan. Mami cepat-cepat turun, biar sempat liat mukanya, eee tetep nggak keliatan, soalnya langsung jalan bus nya. Tapi Mami masih ragu, kalo Bagus-kan nggak suka gaya, pas di bus, Mami liat dia taruh kaca mata hitam di kepala, tapi beneran deh miirriiipp banget Bagus nggak buang (saking miripnya)”, Mami Ratu trus berusaha meyakinkan anaknya kalau itu benar-benar Bagus. Dan aku Cuma bisa diam sambil mendengarkan.

“coba Cheshe tanya, Bagus dimana sekarang? Kali-kali betol itu dia.. hiiii kalo betol kapok Ke (Ke = Kamu), si Bagus ma cewek lain, hiiiii hayooooooo”, Mami Ratu mulai ngajak ribut, mulai manas-manasin anaknya, mulai memecah belah hubungan yang sudah aku dan Bagus bina hampir 5 abad lamanya.

*masih dengan cengar-cengir Mami Ratu terus berusaha meyakinkan*

“Nggak ah, Bagus di Jakarta kok”, ucapku sambil tetap santai (dalam hati, nggak mungkinlah dia cari anak wonosari, wong ngapel ke imogiri timur aja kerasanya kayak ngapelin pacar keluar kota. Lagian dia pernah bilang kalau aku pindah wonosari bakal diapelinnya setaon sekali, pas lebaran doank. L”

Nggak lama dari usaha Mami Ratu ngompori anaknya tiba-tiba Dia bilang :

“Makanya Diet! Belum nikah badan dah kayak babi bunting, belum apa-apa badan dah sebesar anak gajah. Kalau nggak mau diet ntar Bagus kayak ma cewek yang di bus itu lho”.

Apa-apapun nih Mak guwe, nyuruh diet aja make acara manas-manasin anaknya, make acara ngancam-ngancam ntar Bagus cari cewek lain. Tenang Mami Ratu, besok lusa kalau nggak ujan anakmu bakal diet. Kalau dah kurus jangan lupa beliin celana ma baju baru, ma tas baru juga boleh, sepatu atau sandal baru apalagi, rumah baru untuk Cheshe ma Bagus apalagi boleh banget kalau ini. Hahahhaaha.. Bicara rumah jadi keinget Mami Ratu, kita belum nikah aja udah sibuk mau ganti kasur yang gedean, biar muat untuk aku dan Bagus. hmmmmm

NB : Soal Babi bunting, di keluarga ku itu nggak kasar sama sekali, karena kita kalau becandaan emang suka nggak sewajarnya keluarga lain becandaan. Kadang sangat kasar buat becandaan, terkadang sangat vulgar buat becandaan.

Saran buat kalian-kalian yang pengen anak, pacar atau mungkin istri anda-anda kurus, coba dengan cara di iming-imingin sesuatu, niscaya kalau nggak ke goda dengan makanan yang aduhai menggodanya, tu diet bakal berhasil (nggak janji).. Doakan berat badan saya bisa turun jadi 47-50 kg lagi yah.. kalau bisa balik setidaknya jadi 50 kg, aku bakal makan nasi pake garpu selama 3 hari, minum air pake sumpit selama sehari doank ya, jangan banyak-banyak, ntar kalau dehidrasi gimana?

Mainan-ku Part 2

Taraaaaa… kalian pasti dah nunggu kaaannnn edisi selanjutnya dari cerita mainan-ku Part 1, kali ini aku nepatin janji untuk menulisnya.. Gembira nggak? Pasti kehadiran blogku kali ini lebih menggembirakan dari kabar kulit mantan ada ekstraknya kan????

happy-walrus
Girang banget rus, santai dipinggira pantaii,, baek-baek digodain penjaga pantai…

Tapi sayang seribu sayang, tulisan ini nggak bisa aku lanjutkan. Karena setelah ngepost Mainan-ku Part 1, kontroversi hati aku, mengalami guncangan,, (jadul amat lawakannya tentang vicky). Maksudnya, setelah ngepost itu malamnya aku telpon-telpon-an ma Bagus, dan dia mengungkapkan fakta yang mencengangkan untukku, ternyataaaaaaaaaaa dia juga mainan bongkar pasang (itukaaannn mainan cewe).. dan yang lebih membuat ku terbelalak ternyata ada beberapa mainan cewek lainnya yang juga pernah dia mainkan (kok rodo saru yo, ah itulah kokmen)…

thats why, aku belum siap mentuul eh mental untuk menulis mainanku lainnya, takut kalau harus tau jangaannnnnnn (((((((JANGAN))))))) *zoom in zoom out, hidung kempas kempis* kalau dia pereeeeemm……puuuuuuu… noo.. yaitulah… sekian blog yang nggak penting kali ini.. daaaaaaa

NB : Kalau pernah nemuin cowok selain Bagus yang mainan bongkar pasang (misal barbie kertas, yang bisa digonta ganti bajunya), kasih tau aku.. MET MALAM MINGGUUU BHAAYYYYY

MAINAN-KU PART 1

Tulisan ini terinspirasi dari twitter nya mas @rizaputranto , tentang pohon karet. Gara-gara kata karet, jadi keinget mainan jaman kecil. FYI, Cherish itu lahir di Medan tapi di besarkan di Aceh, Riau dan Aceh lagi. Jadi lumayan banyak kisah masa kecilnya..

Masa TK-ku ku habiskan di Aceh Timur – Langsa, yang teringat cuma pernah ngilangin anting di kelas, trus suka tidur di bak mandi setiap disuruh sekolah (ngantuk berat coyyy).. akibatnya, kang becak yang harusnya muter-muter jemput anak-anak lain jadi ikut telat karena nungguin cherish, walhasil Mami Ratu terpaksa nyewa satu becak sendiri khusus buat Cherish biar yang lain nggak ikut telat.

Masa indah di TK telah ku lalui, kemudian kami sekeluarga pindah ke Riau – Rengat. Yang ada di sana hanyalah kebun kelapa sawit, perumahaan untuk atasan-atasan, barak untuk buruh, sekolah untuk tranmigrasi, Blok C (perumahan pekerja yang paling saya ingat) dan Belilas (daerah yang dulu itu boleh dibilang “kota” terdekat dari rengat). Bete dong, nggak ada apa-apa, akhirnya iseng si Cherish disuruh ikut Abang nya belajar, eee dia malah bisa ngikuti pelajaran, yaudah deh umur 4 merangkak 5 tahun dia masuk SD. Kok boleh? Kayaknya dulu nggak ada aturan usia minimal masuk SD harus berapa tahun.

Di SD si Cherish punya dua teman baik, namanya Nani dan Fitri (aku nggak tau sekarag gimana kabar mereka disana, semoga baik-baik saja, I miss you Bagus). Rrrggghhhh kan lagi bahas teman lama yang dah lama nggak bersua, kenapa Bagus yang dikangenin???? Yakan aku dah lama juga nggak ketemu Bagus juga, iya deh I miss u Nani and Fitri. Dan yang paling mencengangkan adalah, pas SD itu si Cherish suka dengan kakak kelas namanya CARKIYAH (tsaaaahhhh, sungguh keterlaluan, masih ingusan aja udah suka-sukaan ma cowok, gpp daripada Bagus, masih TK suka nyiumin cewek). Dan yang paling menggemparkan adalah si Cherish duluan yang nyatain suka dengan lelaki itu make kertas di atas pohon. DI ATAS POHON? Iya, waktu itu kami lagi mainan disana. -_- Sudahlah, mari kita lupakan kisah romantisme romansa cinta cherish dan carkiyah (RRCCC), kalau ada yang mau film-in boleh lho, pasti AADC kalah. hhaaha, okeyyy… Fokus ke cerita mainan di masa SD, yaitu antara lain :

1. Nepenthes (Tropical Pitcher Plant)

Kantung-Semar

Pict Source

Widihhh sangar banget mainan si Cherish namanya, padahal ya kantong semar. Jangan harap selama di rengat nemui mainan berbentuk barang, nggak seruuu, enak-an mainan dengan alam. Jadi tanaman langka ini dulu banyak banget tumbuh di belakang sekolahku, setiap jam istirahat si cherish ke belakang sekolah, nyariin kantong semar cuma buat dimasukin kerikil / tanah -_-

2. Nyabutin Tunas Kelapa Sawit

1023494_sawit2202

pict source

Mainan apa pulak ini, karena Cherish anak sawit, jadi dia sering nyabutin tunas sawit yang tumbuh liar sebagai hiburannya. Trus setelah dicabut? Nah itu dia yang aku lupa, kalo nggak salah, cangkang buahnya dipecahin terus di makan, rasanya kayak kentos sih kayaknya, kalo salah maap ya. Btw kan katanya nyabutin tunas kelapa sawit, berarti bentuknya kayak tumbuhan gitu donk, berdaun? kenapa fotonya biji? ya maap, udah searching, nggak ada foto yang tumbuh liar adanya yang dah ditanam di polybag.

3. Mandi Sungai

sungai_batu_by_karman87-d4hvgr5

pict source

Nah, mainan selanjutnya adalah kali atau sungai kecil. Biasanya si Cherish suka mandi di kali, suka cari udang juga. Pokoknya kalau dah siang hari di cari-cari ngilang, cari aja si Cherish di kali, kemungkinan besar dia lagi diving, tanning atau surfing disana. hahhaha

4. Taman Sebelah Rumah & Mancing Semut

Oh iya, sebenarnya disebelah rumah Cherish itu ada taman, isinya kayak sirkuit mini buat naik sepeda, gazebo-gazebo, kolam biasa dan kolam ikan. Tapiiii nggak ada yang main disitu selain aku dan adikku, pol mentok anak kecil sekomplek, itu pun cma dikit. Jadi ngga begitu seru, tapi terkadang aku nyemplung kolam buat ngambil tanaman di dalamnya atau ngeliatin teratai. Btw, ada yang pernah ngambil batang rumput, trus dimasukin ke lubang semut nggak? itu juga mainan seru versi Cherish, tujuannya sih biar ada semut yang keangkut, tapi seiinget aku sih, nggak pernah berhasil. hahhahhahaha

5. Sembunyi Lidi

Cara mainnya, sediakan lidi yang dipotong sekitar 1 – 2 cm, kumudian tanah. Dah itu aja yang dibutuhin. DImana serunyaaaa!!!!!!! Weee jangan salah, Dalam permainan ini kita dituntut untuk pintar menyembunyikan lidi di dalam tanah yang sudah di tentukan. (Kudu sepintar suami nyembunyiin selingkuhannya). Selama lawan nyembunyiin lidi, aku nggak boleh liat, ngintip apalagi. Kalau udah selesai disembunyiin, ntar aku tebak lidi tersebut berada dimana, dengan cara di korek-korek tanahnya. Serukan? -_-“

6. Adu Rambung (biji karet)

bijikaret

Pict Source

Kalau di daerahku ini disebut rambung, ntahlah kalau di daerah kalian. Biasanya sebelum mulai bermain kita cari buah/biji pohon karet yang banyak terlebih dahulu untuk di-adu. carinya kalau bisa kayak nyari calon suami/istri, yang terbaik, jangan yang dari luarnya aja bagus tapi dalamnya kosong, nggak ada isisnya (hati-hati lo CHerish nulis isis, ntar ditangkap, ummhh maap maksudnya ISI-nya kelebihan S sebijik doank). setelah dikumpulkan. kemudia kita suit, siapa yang menang, dia yang main duluan dan berhak meletakkan rambung lawan di bawah, kemudian rambung yang menang diletakkan diatasnya. Lalu rambung dipukul dengan telapak tangan, baek-baek mukulnya, salah-salah bukan rambung yang pecah/retak, tapi tangan loe-loe pade yang kesakitan.

8. Paper Barbie Doll

bongkar_pasang_-_scanlatorshuriken.blogspot

Pict Source

lagi dan lagi gambar ma judul nggak sesuai, katanya barbie! Kenapa jadi Sailor moon? Yah yang penting hampir sama seperti itu. Kerenkan istilahnya, itu tu ditempatku namanya bongkar pasang, Dulu mainan ini booming banget lho, nggak tau dah kalo sekarang.

Sebenarnya sih masih banyak lagi, tapi ini udah hampir jam 2 malam, besok aku sabung lagi di Mainanku Part 2 ya? SAMBUNG CHERISH, bukan sabung, kayak sabung ayam aje. Bener lho Cherish ada Part 2 nya, yang udah-udah loe nulis judul part 1, tapi nggak pernah ada part 2nya? Maap dah mlm. iya iya, bawel banget. yang kemarin-kemarin itu mau nulis part 2 nya tapi dah nggak ada ide lagi, hhahhaa.. kali ini beneran deh, kalo bisa ampe part 2 triliun. OK LEBAY BHAYY